Gusi yang mudah berdarah sering dianggap hal sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa kebersihan mulut belum optimal atau ada kebiasaan harian yang perlu diperbaiki. Banyak orang fokus pada kesehatan gigi, tetapi lupa bahwa gusi adalah “fondasi” yang menjaga gigi tetap kuat dan stabil. Jika gusi sering berdarah saat menyikat gigi, menggunakan benang gigi, atau bahkan ketika makan, itu berarti jaringan gusi sedang mengalami peradangan ringan hingga sedang. Kabar baiknya, sebagian besar kasus gusi berdarah dapat dicegah dengan rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Kenali Penyebab Umum Gusi Mudah Berdarah
Salah satu penyebab utama gusi berdarah adalah penumpukan plak yang mengandung bakteri. Plak yang tidak dibersihkan akan mengiritasi gusi dan memicu radang gusi. Selain itu, teknik menyikat gigi terlalu keras juga dapat melukai jaringan gusi, apalagi bila menggunakan sikat dengan bulu kasar. Faktor lain yang sering luput adalah kurangnya asupan vitamin tertentu, terutama vitamin C, kebiasaan merokok, serta perubahan hormon yang bisa memengaruhi sensitivitas gusi. Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa lebih tepat memilih langkah pencegahan harian.
Perbaiki Teknik Menyikat Gigi Agar Gusi Tidak Terluka
Banyak orang mengira semakin keras menyikat gigi maka semakin bersih hasilnya. Padahal cara ini justru membuat gusi mudah luka dan berdarah. Gunakan sikat gigi berbulu lembut, lalu sikat dengan gerakan memutar perlahan pada garis gusi. Fokuskan pembersihan di area perbatasan antara gigi dan gusi karena di sinilah plak sering menumpuk. Durasi ideal menyikat gigi sekitar dua menit, dilakukan minimal dua kali sehari, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur. Kebiasaan menyikat dengan lembut namun konsisten jauh lebih efektif dibanding menyikat keras tetapi jarang.
Biasakan Membersihkan Sela Gigi Setiap Hari
Menyikat gigi saja tidak cukup untuk menjangkau sela-sela gigi yang sempit. Sisa makanan di sela gigi dapat berubah menjadi plak dan menimbulkan peradangan gusi. Gunakan dental floss atau sikat interdental minimal sekali sehari, sebaiknya malam sebelum tidur. Awalnya mungkin gusi sedikit berdarah karena belum terbiasa, tetapi jika dilakukan dengan teknik benar, gusi akan beradaptasi dan menjadi lebih sehat. Yang penting, lakukan secara pelan agar tidak melukai jaringan gusi.
Pilih Pola Makan yang Mendukung Kesehatan Gusi
Kesehatan gusi sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Konsumsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, kiwi, dan paprika membantu menjaga kekuatan pembuluh darah di gusi. Kalsium dari susu, yoghurt, dan ikan juga berperan menjaga struktur gigi serta jaringan penyangganya. Kurangi konsumsi gula berlebihan karena gula mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab plak. Perbanyak air putih agar mulut tidak kering, sebab mulut kering membuat bakteri lebih mudah berkembang dan memicu iritasi gusi.
Gunakan Obat Kumur dengan Bijak
Obat kumur bisa menjadi pelengkap rutinitas kebersihan mulut, terutama bila Anda mudah mengalami radang gusi. Pilih obat kumur yang membantu mengurangi bakteri dan menyegarkan napas tanpa membuat mulut terasa perih. Hindari penggunaan berlebihan karena sebagian produk tertentu bisa menyebabkan mulut kering bila terlalu sering digunakan. Cukup gunakan satu hingga dua kali sehari setelah menyikat gigi, terutama pada malam hari.
Kapan Harus Waspada dan Periksa ke Dokter Gigi
Jika gusi berdarah terus terjadi lebih dari satu minggu walau kebersihan mulut sudah ditingkatkan, sebaiknya lakukan pemeriksaan. Apalagi bila disertai gusi bengkak, bau mulut yang menetap, gigi terasa goyang, atau nyeri saat mengunyah. Dokter gigi dapat membersihkan karang gigi yang tidak bisa hilang hanya dengan sikat biasa. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko gusi mengalami kerusakan lebih lanjut.












